dimulai disini



Jika kotak praktek kimia itu tdk pernah tertinggal dirumah.aku tak kan pernah punya ksenpatan untuk memiliki semua yg kuperoleh dalam hidup ini.

hmmmmmmmm


hmmmm sa malas terbitkan..tapi sa suka saja kata2nya..
sa pernah paeng tulis ini...dan inilah tulisan itu...

Pria Di Ruangan 12 x 7
485 hari yg lalu...Di hari kamis . Kamis yg biasa
Di ruangan 12 x 7. Saya menemukannya.
Tersenyum. Senyum Paling sederhana.
Dia mulai berbicara..
1 menit. 5 menit. 10 menit. 15 menit.
Senyuman. Tatapan.intonasi. bahasa verbal.
Saya hanya menyerap itu. Menyerap energi yg dia transfer.
Energi yg sangat saya kenal.
Pernah 8 tahun lalu.
Pada pria berhati paling sederhana sepenjuru kota.
Dia Berpulang 2 tahun lalu.
Dan di sini. Di ruangan 12 x 7. Sy bertemu lagi.
Reinkarnasi !!!

Dari 485 hari..
Saya hanya bertemu 5 kali.
4 kali sengaja. 1 kali tanpa sengaja.
Namun selalu saja. 15 menit.
Bila ditotalkan..dalam 485 hari saya hanya bertemu 1 jam 15 menit.
Pernah sekali saya coba kembali ke sana. Diruangan 12 x 7.
Namun mejanya sudah berganti pemilik. Tdk ada lagi senyuman paling sederhana di sana.
Kata orang2 disana. Dia sudah pindah. Sy tdk tahu kemana.
Dan sayapun tak pernah bertemu lagi..

Dia memiliki nama.
Namun sy lbh senang mengingatnya “Moringa Oloifera”
Pria di ruangan 12 x 7.
Hiduplah dengan baik. Berbahagia. Dan panjang umurlah
Tetaplah menjadi pria paling sederhana sepanjang kota.
Semoga bisa bertemu lagi. One day.


Yogyakarta, 03 November 2014

Enjel saja judulnya ini


 sa dapat di folder juga..sa terbitkan saja juga nah..

==Tentang Menulis...
Hobi yg terlupakan. Yah, sedikit digerus kesibukan. Sampai terlupa pernah punya 7 diari selama hidup. Kecintaanku pada dunia tulis bukan brarti saya pandai membuat novel atau mngarang sastra sekelas khalil gibran atw tere liye yg sedang manapaki karir sastrax. Kecintaan saya pda dunia tulis hnya sekedar sadar menulis adalah ruang mengekspresikan segala sesuatu tanpa merugikan org lain.
Bila marah tidak perlu memaki..cukup tuliskan saja. Sedikit banyak pasti berkurang.
Jatuh cinta..cukup tuliskan saja..meskipun tak jamin berkurang rasax..haha..tpi stidakx sya sdng berkomunkasi dng diri sndri yg pasti tuhan ikut di dalamnya..tak perlu tanggung malu klo btepuk sbelah tangan. Punya mimpi tuliskan saja..tak perlu tercapai. Tak ada yg menuntut..setidaknya dng ditulis kita sdang memetakan langkah dan arah mimpi...

Tulisan tdk jelas



Tulisan ini sa malas komentari..sa terbitkan saja karena sa dapat ada dlm folderku

Menulis Tentangmu....
Mungkin tidak sepenuhnya tentangmu..tapi juga tentangku.dan mungkin juga masih tentangnya. Waktu yg lama untuk meluruh dng kata.
Tapi kali ini..
Akhirnya menulis lagi..
Sepenuhnya bila “moringa oloifera” itu gugur meranggas daunnya di gang-gang kecil kaliurang..
Berpendar hilang rasanya di tiap jengkal malioboro yg tak pernah tak ramai..
Mengering melayu terkalahkan tumpukan tugas...
Sepenuhnya bila angin kembali berbalik arah...
“moringa oloifera” tetap akan mengingatkan  pada malam yg berharmoni dng tawamu..

Menulis Tentangmu...


Makin semngat membongkar folder..setelah menemukan satu persatu tulisan2 tak pernah terbit..hahahha..dan sampailah saya pada tulisan ini. dari tanggalx tertera 13 oktober 2013.setahun setelah kepergianmu. mengingat inilah putus terakhirta sebelum kw pergi. saat saya sibuk dengan kantorku..saat kw sibuk dengan kantormu..saat ada ribuan sms mu yang tak ku balas..saat saya berusaha sebisa mungkin tidak bertemu lgi denganmu dibumi..dan disinilah saya..membaca tulisan ini dengan penyesalan bahwa betapa " tak ada waktu yang tepat"

dan inilah tulisan itu....
 
Menulis Tentangmu...
Saat  teman2 sekampus mulai sering mengirimi undangan di saat kita masih sibuk mengejar karir masing2.. Pernah Terlintas pikiran aneh...
 “Bila salah satu kita menikah lebih dulu dengan orang lain”, Akankah kita saling menghadiri. Bagaimana bila kamu duluan yang mengirimiku undangan..bagaimana jadinya? Belum bisa ku tebak pasti rasanya. Mungkin rasanya aneh tak terkata. Ku bayangkan bila itu terjadi..Aku pasti datang. Mungkin akan ku pakai baju terindah dan termahal yang mampu ku beli. Menghabiskan gaji setahun pun tidak masalah, pikirku. Rasanya mungkin aneh jalan di altar pelaminanmu menjabat tanganmu dan wanita disampingmu sembari berucap “selamat menempuh hidup baru yah, semoga menjadi keluarga Sakinnah,Warahmah,Mawaddah”dengan senyum terhangat yang mungkin sudah ku latih sebelumnya jauh2 hari di depan kaca. Kau dan wanitamu harus ku buat terkesan “Beginilah caranya Mantan Kekasih harus bersikap”. Kau tahu dari dulu saya selalu bisa mengendalikan suasana.
Sebulan Lewat..Undangan Teman sekampus kita makin ramai singgah di rumah..meja kantor..atau hanya lewat dinding Facebook. Tapi Undangan mu belum ada. Nafas lega.
Berbulan-bulan kemudian...Tidak ada namamu diantara tumpukan undangan di meja kantor..Senyum lega..
Bulan berikutnya..Trend undangan berubah..tidak ada undangan nikahan lagi. Seminggu lalu undangan melayat adik kelas terpampang di facebook. Hari ini undangan melayat teman sekelas tersebar di BBM. Hmmm ada apa dengan kampus kita ini...
Terlintas pikiran aneh lagi..
“Bagaimana bila salah satu kita dipanggil lebih dulu oleh yang di Atas”..ahhh pikiran aneh. Tidak mungkin. Ku buka facebookmu..ucapan selamat ulang tahun berderet disana.. penasaran ku scroll hingga ke bawah.. dari dulu kau memang sperti ini. Sederhana. Statusmu pun yah begitu2 saja. Terselip rindu “apa kabarmu yah. Saya tahu karirmu sedang meningkat. Lebih baik dari kemarin. Malam ku tutup dengan mengenang kisah yang gugur meranggas di jalan tua kampus..tentang Aku, dirimu dan teman mu yang ku cintai setengah mati.
Lalu esok..malam menyambutku dengan Undangan tentangmu
Terpampang semua ucapan untukmu di facebook, sms, bbm dan status orang2 yang mengenalmu..
Berdebar jantung melihatnya. Serasa paru2 tak cukup suplay udara. Sesak. Bergetar ku baca rangakain kalimat yang beruntun masuk lewat BBM..
Sekejap Hening. Tidak percaya. Ku cubit diri meyakinkan ini bukan mimpi. Ini bukan khayalanku yang kemarin kan..
Hening lagi..berharap salah baca. Namun bbm semakin beruntun menuliskan namamu..
Masih tidak percaya ku hidupkan laptop, ku pantau facebook..
Ucapan2 yg beruntun di dindingmu semakin menjelaskan ini bukan lagi Mimpi.
Dan saya akhir nya disini ..
Berjalan di altarmu. Tidak ada baju mahal yg pernah ku bayangkan..ucapan yang akan ku ucapakan tidak sempat ku latih lagi didepan kaca. Tidak ada latihan senyum hangat lagi. Semuanya serba mendadak. Mungkin penggantinya ku bawakan saja bunga untukmu. Sejam disini bersamamu berkata banyak. Namun kau terdiam saja. Tidak ada undangan yg tertulis namamu dng wanita yg tuhan pilihkan. Hanya namamu saja yang tertulis. Sedih. Pilu melihat batu itu pongah berdiri berpahatkan Namamu di atas altar terakhirmu.
Asdar Rahman.
Lahir 15 Agustus 1986.
Wafat 23 Agustus 2012.

Kau tahu saya selalu bisa mengendalikan suasana. Tapi sekali ini dalam hidup saya tidak mampu. Jatuh meluruh dibumi hatiku. Gugur kelopaknya bertebaran menjadi serpihan serpihan bernama penyesalan.
Terlintas khayalan ku dulu...bila salah satu dari kita menikah lebih dulu”sudah saya persiapkan.
Tapi Khayalan “bila salah satu dari kita dipanggil lebih dulu oleh yang diatas”, belum juga terpikir bagaimana menyiapkannya. Bagaimana melatih caranya menagis. Cara memberi ucapan. Baju apa yang akan dipakai..
Tuhan sudah memililihkan nya untukmu..dan memilihkan untuk ku apa yang  harus ku hadapi.
Seperti Status Terakhirmu “Kiranya Tak Ada Waktu Yang Tepat” . Ku ucapkan sekali lagi kata-kata itu “kiranya Tak ada Waktu yang Tepat.
 Selamat Jalan Kekasih Terbaik yang Pernah Kumiliki Hatinya..
Rest In Peace Asdar Rahman...
“Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika dia pergi maka ia juga membawa sepotong hatimu” Tere Liye

Surat Untuk mu


Lagi..masih edisi bongkar2 folder..dapat lagi tulisan ini..hiksss bangets bacanya..tdk pernah sangka pernah tulis ini..oo tuhan lembut paeng hatiku di...hahahahaha..suatu saat surat ini menemukan tuan nya.. dengan cara yang baik..

Surat Untukmu..
Pemilik Tulang Rusukku..
Yang namanya Allah telah tuliskan di Lauh Mafuz, jauh sebelum ku terlahir..
Surat ini ku tuliskan untukmu di jakarta,,22 April 2015. Malam hari. Di sebuah hotel. Dalam satu perjalanan bisnisku. 7 jam dari jogjakarta.
Jika nanti tuhan akhirnya mempertemukan ku denganmu..dengarlah apa yang ingin aku sampaikan pdamu..
Bahwa wanita yang akan kau nikahi ini adalah wanita yang akan mengabdikan hidupnya untuk Allah melalui dirimu. Engkaulah salah satu jalanku menuju surga. Harapanku dengan bimbinganmu kita bisa bersama disurga.
Jujur, surat ini ku tulis karena menahan perihnya hati karena berkali singgah sebelum bertemu dirimu, selalu terpatahkan. Lelah menunggumu datang. Aku hanya ingin menjaga diriku dalam jalan yang benar sebelum bertemu dirimu. Aku yakin tuhan sedang mempersiapkanmu. Itulah kekuatanku. Apapun yang menimpa hatiku sbelum bertemu denganmu hanyalah jalan untuk menguatkan ku. Agar wanita yang mendampingimu adalah wanita yang tidak mudah tumbang hatinya. Aku percaya Namamu sudah ditulis disamping namaku. Allah lah yang menulisnya.
Aku pun tak munafik, jujur padamu, hati ini menyimpan sebuah ceriita dan nama yang telah lama bermukim disana. Dia mantan kekasihku yang telah Allah panggil pulang. Telah ku katakan padanya jika nanti Allah mempertemukanku denganmu maka selesai lah sudah tugasku mencintainya. Dia lah yang menjaga hati ini sebelum bertemu denganmu. Jangan cemburu padanya. Dia sudah tak ada di dunia. Kepadamulah aku akan mengabdikan hidupku. Mendampingimu. Mencintaimu seperti aku pernah mencintainya. Engakulah separuh tulang rusuk yg bersamayam dalam tubuhku. Bimbinglah aku dengan caramu yang sederhana. Dengan caramu yang bersahaja. Aku tak sempurna. Bimbinglah aku dengan ketidaksempurnaanku.
Wanita yang akan kau nikahi ini berlumur kekurangan. Aku tak mampu memasakkanmu makanan yang kau suka. Tapi aku berjanji aku akan belajar.sebisa yg aku mampu. Bantulah aku untuk dipahami. Agar aku mampu menjamin kebutuhan makanmu.
Apapun akan ku lakukan untuk membuatmu merasa cukup. Beritahu aku bentuknya. Ajari dengan sabar.
Wanita yang kau nikahi ini, adalah wanita yang rapuh hatinya. Pernah ia menjadi serpihan. Lebih kecil dari serpihan dipasir. Namun wanita yang kau nikahi ini juga adalah wanita yang kuat yang mampu bertahan apapun menimpanya. Janganlah kau sakiti hati dn jiwanya. Karena ia akan lebih sering diam jika terluka. Dan ia bisa pergi kapan saja ia tak mampu.
Wanita yang akan kau nikahi ini, sungguh tak bisa menghirup asap rokok, jika tak bisa berhenti. Kurangilah.

dan satu yang ku minta.saya tak berharap harta melimpah darimu. yang saya minta bantulah saya memenuhi janjiku kepada tuhanku jika nanti kita diberi kesempatan bertemu. apakah janji itu ? Nikahilah saya dengan terhormat. cintai saya dengan cara paling baik. saya tak mengenal lagi istilah "pacaran" jangan pinang saya melalui cara itu. saya tidak minta harta. namun jika hatimu sudah direstui tuhan. datanglah dengan cara baik kepada orang tuaku.. 
 
Apapun sakit dan perih yang ku rasakan . semua hanyalah perjalanan menuju dirimu. Ku tak lelah dan patah menantimu. Pintu surgaku.