Tuhan, Titip Surat ini Untuk Dia....
Kepada Anda.....
Di satu Tempat Yang telah Allah Sisihkan Untukmu.....
Tak Terjangkau Lagi Olehku....
Bagaimana Kabar anda di sana ? pertanyaan yang kini abstrak untuk ditanyakan. Namun, selalu yang menjadi pertama yang ingin aku tahu....
Sedang apa kah disana? saat disini saya sibuk bergumul tugas..terpekur di rutinitas..sedang apakah anda disana ???
Disini saya bertemu banyak orang2 baru..sahabat2 baru..suasana baru..kompetisi baru..tempatnya pun baru..tempat ini jauh dari kota kita...Lalu bagaimana kah keadaan tempat mu disana??seperti apakah rasanya..
Seperti apakah kau menyambut pagimu lagi? menghabiskan malam mu ?...
Rindu ini terkulum meski dalam penat sekalipun..
Kepada anda....disana...Yang tak terjamahah lagi tatap manusia..
Yang Jaraknya tak tertempuh lagi sebanyak apapun kaki melangkah mencarimu...
Kau tenang disana.. Tempat barumu...
Pernah kah merasa rindu untuk ku...Sekali saja..Atau di duniamu sekarang Tak ada kata rindu...
Rindu yang tak pernah sempat aku dengar ketika anda masih di tempat yang sama yang aku huni..di bumi ini...
Rindu yang selalu terkata hanya dalam mimpi..yah hanya selalu lewat mimpi..
Tahukah anda, Apa yang berasa dalam hatiku dalam rentang kepergian anda...dengan kisah kita..cinta.rindu dan penantian yang dulu kita lakoni lalu terbantahkan takdir..
Tahukah apa yang berasa dalam hatiku..
Kita terlalu lama berdiam diri...Menunggu waktu..menunggu Takdir..
Kita terlalu lama mengeraskan hati..Dan rindu mu tidak pernah terkatakan sempurna..
Kemudian waktu merenggutmu..
Tahukah Kau rasanya menjadi aku..
Menjadi yang kau tinggalkan...
Menyesali kekerasana hatimu..Menyesali ego ku yang bergunung2 tingginya padamu..
Tahukah rasanya menjadi aku...yang setelah sepeninggalmu..
tertatih terseok melewati lorong2 kenangan yang berharap tak berjung..
berharap kembali terasa nyata..hanya untuk membuatmu berasa hidup..
7 x 365 hari wahai kekasihku tercinta...kita merentang cerita berganti suka menjadi duka..
Lalu kau pergi dalam ketidaktahuanku..
Tahukah kau rasanya menjadi aku..
yang hidup tapi hatinya mati suri..
Mati suri kepadamu..
Tahukah rasanya menjadi aku..
Yang setiap hujan jatuh ke bumi berharap setiap titiknya yg terselip di daun rimbun atas pusaramu...juga menyelipkan rindumu untuk ku yang tak pernah terkatakan sempurna..
Tahukah rasanya menjadi aku..
yang bejuang untuk jatuhkan kembali hati ini..
untuk melebur pedihnya kepulangan mu..
Tahukah rasanya menjadi aku..
yang meski tak akan terjadi..
selalu ingin berkata "Tuhan Aku ingin Ia Hidup"
Tahukah kau rasanya berkata seperti di tengah kesadaran yang benar2 nyata..
Tahukah kau rasanya menjadi aku..
Di setiap malam berharap " Aku pasti bisa Lupa"..
Di setiap Malam meraba perasaan sendiri " Jatuh cintakah Aku pada A, B, atau C...
Tahukah kau rasanya...
Menjadi aku. yang girang kepalang bila terpesona pada yang lain..
Tahukah kau rasanya...
Bagaimana hati ketika tersadar senangnya hati karena terpesona bukan karena menemukan hati kembali bisa jatuh cinta..namun tersadar hati senang karena hati terlipur laranya..
Lagi-lagi hanya tentang kamu.....hanya tentang melarikan diri dari pedihnya kepulangamu..
Beginilah rasanya sepeninggalmu..
karena 7 x 365 hari aku..kamu...kita bermain-main dengan waktu..
Pun waktu itu akhirnya merenggutmu..
Tinggalah saya sendiri...
Hanya Saya...
Merasakan nya sendiri...Tidak lagi ada kamu yang menemani berdiam diri..
Sekian saja surat ini..
surat yang tidak akan pernah terkirim..
Di satu Tempat Yang telah Allah Sisihkan Untukmu.....
Tak Terjangkau Lagi Olehku....
Bagaimana Kabar anda di sana ? pertanyaan yang kini abstrak untuk ditanyakan. Namun, selalu yang menjadi pertama yang ingin aku tahu....
Sedang apa kah disana? saat disini saya sibuk bergumul tugas..terpekur di rutinitas..sedang apakah anda disana ???
Disini saya bertemu banyak orang2 baru..sahabat2 baru..suasana baru..kompetisi baru..tempatnya pun baru..tempat ini jauh dari kota kita...Lalu bagaimana kah keadaan tempat mu disana??seperti apakah rasanya..
Seperti apakah kau menyambut pagimu lagi? menghabiskan malam mu ?...
Rindu ini terkulum meski dalam penat sekalipun..
Kepada anda....disana...Yang tak terjamahah lagi tatap manusia..
Yang Jaraknya tak tertempuh lagi sebanyak apapun kaki melangkah mencarimu...
Kau tenang disana.. Tempat barumu...
Pernah kah merasa rindu untuk ku...Sekali saja..Atau di duniamu sekarang Tak ada kata rindu...
Rindu yang tak pernah sempat aku dengar ketika anda masih di tempat yang sama yang aku huni..di bumi ini...
Rindu yang selalu terkata hanya dalam mimpi..yah hanya selalu lewat mimpi..
Tahukah anda, Apa yang berasa dalam hatiku dalam rentang kepergian anda...dengan kisah kita..cinta.rindu dan penantian yang dulu kita lakoni lalu terbantahkan takdir..
Tahukah apa yang berasa dalam hatiku..
Kita terlalu lama berdiam diri...Menunggu waktu..menunggu Takdir..
Kita terlalu lama mengeraskan hati..Dan rindu mu tidak pernah terkatakan sempurna..
Kemudian waktu merenggutmu..
Tahukah Kau rasanya menjadi aku..
Menjadi yang kau tinggalkan...
Menyesali kekerasana hatimu..Menyesali ego ku yang bergunung2 tingginya padamu..
Tahukah rasanya menjadi aku...yang setelah sepeninggalmu..
tertatih terseok melewati lorong2 kenangan yang berharap tak berjung..
berharap kembali terasa nyata..hanya untuk membuatmu berasa hidup..
7 x 365 hari wahai kekasihku tercinta...kita merentang cerita berganti suka menjadi duka..
Lalu kau pergi dalam ketidaktahuanku..
Tahukah kau rasanya menjadi aku..
yang hidup tapi hatinya mati suri..
Mati suri kepadamu..
Tahukah rasanya menjadi aku..
Yang setiap hujan jatuh ke bumi berharap setiap titiknya yg terselip di daun rimbun atas pusaramu...juga menyelipkan rindumu untuk ku yang tak pernah terkatakan sempurna..
Tahukah rasanya menjadi aku..
yang bejuang untuk jatuhkan kembali hati ini..
untuk melebur pedihnya kepulangan mu..
Tahukah rasanya menjadi aku..
yang meski tak akan terjadi..
selalu ingin berkata "Tuhan Aku ingin Ia Hidup"
Tahukah kau rasanya berkata seperti di tengah kesadaran yang benar2 nyata..
Tahukah kau rasanya menjadi aku..
Di setiap malam berharap " Aku pasti bisa Lupa"..
Di setiap Malam meraba perasaan sendiri " Jatuh cintakah Aku pada A, B, atau C...
Tahukah kau rasanya...
Menjadi aku. yang girang kepalang bila terpesona pada yang lain..
Tahukah kau rasanya...
Bagaimana hati ketika tersadar senangnya hati karena terpesona bukan karena menemukan hati kembali bisa jatuh cinta..namun tersadar hati senang karena hati terlipur laranya..
Lagi-lagi hanya tentang kamu.....hanya tentang melarikan diri dari pedihnya kepulangamu..
Beginilah rasanya sepeninggalmu..
karena 7 x 365 hari aku..kamu...kita bermain-main dengan waktu..
Pun waktu itu akhirnya merenggutmu..
Tinggalah saya sendiri...
Hanya Saya...
Merasakan nya sendiri...Tidak lagi ada kamu yang menemani berdiam diri..
Sekian saja surat ini..
surat yang tidak akan pernah terkirim..

