Tuhan, Dengar yang ini...

Maaf, saya belum juga mencintaimu..
Saya bukan tidak mencobanya..
saya bahkan mencoba sangat keras..
Bukan kah saya telah 4 tahun di sisimu..
saya belajar, berusaha bahkan berdoa
agar tuhan menitipkan rasa cinta kepadamu.
Tak perlu banyak. Setitik pun cukup. 
Jika itu ada saya akan merawat dan membiarkan nya tumbuh..namun 4 tahun  hati tetap saja kering.
Tak pernah sekalipun saya terbangun di pagi hari  dan begitu bersemangat menemuimu.
Tak pernah satu kalipun, bahkan setelah 4 tahun.
Namun, tuhan selalu saja memudahkan langkah ku ketika dengan terpaksa harus meraihmu. Ketika banyak orang memimpikan bisa berada di sisimu. Mengapa harus aku yang dipilih tuhan. Orang yang tidak pernah mencintaimu. Sedikitpun, satu kalipun tak pernah.
Saya sudah sangat begitu tertekan karena meredam mimpi2 ku sendiri demi mendampingimu.. demi mengabdikan hidupku padamu..yang dalam pengabdian itu tak sekalipun saya bahagia.
Lalu, lihatlah ketika saya mencari cara, bernegesioasi dengan keberanian sendiri untuk berhenti di smpingmu..kau malah menjebak ku agar bisa lebih lama terikat padamu..agar saya memiliki alasan lebih kuat lagi untuk tidak meninggalkanmu..
Kau membuat saya tak punya pilihan selain mngikuti langkahmu..saya menjalani semacam kontrak dengan dirimu yang saat itu saya berpikir hanya dengan kontrak itu saya bisa rehat sejenak dari dirmu. Dari perasaan tertatih dalam mendampingimu...Tanpa pikir panjang pun saya mengikutimu
Dan disini lah saya..Engkau asingkan saya 2 tahun dari kota kelahiranku..

Kau membuatku menjalani hal yang sama tidak saya cintai sebagaimana saya tidak pernah mencintai dirimu..dan beginilah saya semakin terkuras saja hati dan semangat hidup di titik batas penghabisannya..kau jauhkan saya dari hal yang saya cintai..dan dengan kontrak inilah kau menjebakku, menjadikan ku semakin kesulitan menemukan alasan untuk berhenti mendampingimu..

Posting Komentar