Beginilah Aku Sepeninggalmu
Terseok disini menitipkan cinta setelahmu. sungguh menitik juga air mata malam ini. tak habis pkir seperti ini hatiku setelah pergimu. tertatih terjatuh ia di berbagai tempat yang salah. Tuhan..hampir saja aku merebut cinta org lain. cinta seorang perempuan kepada kekasihnya. wanita lembut yg mencintai amat dalam. melihatnya seperti melihat diriku. yang mencintainya selama rentang waktumu 7 x 365 hari..lalu kemudian engkau memanggilnya. hancur perih hatiku. berantakan seluruh isinya. ingin pergi bersama takdirnya..tidak niat memisahkan dua anak manusia tuhan. malam ini aku belajar. lebih karena ketidaktahuanku..
sungguh aku hanya ingin waktu kembali seperti dulu.
saat masih ada kesempatan bagi kami di ruang waktumu.
Tak ingin aku kau damparkan di berbagai hati yang waktu tawarkan padaku..Teman SMP, bankir bank itu dan dia yang hampir ku rusak hubungan nya..sungguh tuhan bila kau izinkan tak bsakh Engkau hidupkan Dia saja. Kembali kami dalam rasa sederhana. namun bermakna bagi hati kami. yang diam di sekian tahun namun saling mendoakan. kami kalah pada restu keluarga. namun tak berani berkomitmen dengan org lain. dia menunggu. aku menuggu. Dalam doa. namun penantian kami tidak sejalan. karena panggilanmu mendahului segalanya. segala mimpi kami. cinta kami yg sederhana tuhan. Terhempas saja di depan takdirmu. Saat hembus nafas terakhirnya menjadiakn 2 pusara sekaligus. Pusara Jasadnya dan Pusara Hatinya di hatiku.
Sungguh Tuhan Jika hidup ini tak mengapa dilanjutkan. Bila iman di hati ku goyahkan. rasanya tak berdosa bila sedikit saja aku berucap. Aku ingin Ia hidup. Aku ingin Darah kembali mengalir dari Aortanya. Paru2 nya kembali berisi udara. Aku Ingin Dia hidup Tuhan. Tidak ku kenal cinta yang sejatinya selain cinta yang bertahta di pusaranya. yang tak ikut mati bahkan ketika jasadnya tak bernafas lagi.
Ketika saya dipertontonkan dengan cinta dua anak manusia ini, sungguh saya ingin kembali pda masa kami..Dan mengajarkan pada mereka beginilah cinta seharusnya. Berpasarah pada takdirnya Untuk menyatukan. Diam dalam mendoakan. Tak mengumbar komitmen dalam penantian. Kemudian Menunggu tuhan menetapkan takdir. yang meskipun itu memanggil pulang salah satunya. cinta tetap hangat mngelilingi Pusara di belakng pohon rimbun tua itu.
sungguh aku hanya ingin waktu kembali seperti dulu.
saat masih ada kesempatan bagi kami di ruang waktumu.
Tak ingin aku kau damparkan di berbagai hati yang waktu tawarkan padaku..Teman SMP, bankir bank itu dan dia yang hampir ku rusak hubungan nya..sungguh tuhan bila kau izinkan tak bsakh Engkau hidupkan Dia saja. Kembali kami dalam rasa sederhana. namun bermakna bagi hati kami. yang diam di sekian tahun namun saling mendoakan. kami kalah pada restu keluarga. namun tak berani berkomitmen dengan org lain. dia menunggu. aku menuggu. Dalam doa. namun penantian kami tidak sejalan. karena panggilanmu mendahului segalanya. segala mimpi kami. cinta kami yg sederhana tuhan. Terhempas saja di depan takdirmu. Saat hembus nafas terakhirnya menjadiakn 2 pusara sekaligus. Pusara Jasadnya dan Pusara Hatinya di hatiku.
Sungguh Tuhan Jika hidup ini tak mengapa dilanjutkan. Bila iman di hati ku goyahkan. rasanya tak berdosa bila sedikit saja aku berucap. Aku ingin Ia hidup. Aku ingin Darah kembali mengalir dari Aortanya. Paru2 nya kembali berisi udara. Aku Ingin Dia hidup Tuhan. Tidak ku kenal cinta yang sejatinya selain cinta yang bertahta di pusaranya. yang tak ikut mati bahkan ketika jasadnya tak bernafas lagi.
Ketika saya dipertontonkan dengan cinta dua anak manusia ini, sungguh saya ingin kembali pda masa kami..Dan mengajarkan pada mereka beginilah cinta seharusnya. Berpasarah pada takdirnya Untuk menyatukan. Diam dalam mendoakan. Tak mengumbar komitmen dalam penantian. Kemudian Menunggu tuhan menetapkan takdir. yang meskipun itu memanggil pulang salah satunya. cinta tetap hangat mngelilingi Pusara di belakng pohon rimbun tua itu.
Yang Pongah bertahtahkan Namanya
Asdar Rahman
Lahir 15 Agustus 1985
Wafat 23 Agustus 2012
Baru cinta ini yang kukenal dari sekian. dari kisah ini bisa kusimpulkan cinta itu seperti apa. Semakin Pudar Pusaranya Semakin Membuncah rinduku. Dia Tak mungkin tergantikan dalam ruang kenangan dia pernah ada dan mengajarkan Cinta itu Seharusnya seperti ini.
Sungguh Teramat Merindukan mu Asdar Rahman..
Beribu kali tak mungkin..namun tetap selalu bermimpi dan meminta..
Tuhan beri kesempatan Engkau Hidup Sekali Saja.
Dalam Mimpi Pun itu tak mengapa.
Jika hidup tak harus berpasangan...
Rasanya tak mengapa aku hanya berteman kenanganmu..
Always Love U My Beloved Love..
Allah Akan lebih Mencintaimu..
Kw pasti sombong menyaksikan Kw tak bisa tergantikan..
Sangat Merindukan mu hany..
Sangat Merindukanmu..
